Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) sanggau, kalimantan Barat,
menuturkan kelompok Lesbian, Gay, Biseks dan Transgender (LGBT) akan mengancam
dan merusak nilai luhur Bangsa Indonesia, untuk itu pihaknya menolak keras
LGBT.
"Menurut kami LGBT adalah ancaman yang
serius untuk bangsa Indonesia khususnya Kalimantan barat dan itu harus ditolak oleh semua
kalangan," kata Ketua Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) Cabang Sanggau
Slamet Riyanto. Ia menuturkan, jika LGBT terus menerus eksis dan ada, maka jelas bangsa sudah
dijajah untuk itu pihaknya bersikeras untuk menolak adanya komunitas tersebut.
Propaganda yang disebar oleh kaum LGBT seharusnya cepat diatasi dan jika itu
didiamkan saja, maka akan merusak nilai luhur bangsa dan mengancam masa depan Bangsa. "Seharusnya
pemerintah harus tegas terhadap propaganda LGBT," tuturnya.
Masalah LGBT tidaklah masalah yang sepele, untuk itu semua harus cepat tanggap
untuk menolak kehadiran LGBT dan pemerintah diharapkan ikut serta dalam penyembuhan penyakit ini. Untuk Orang tua baik di lingkungan sekolah atau di rumah, harus peka
dan memperhatikan anak-anaknya, supaya bisa lebih cepat terdeteksi secara dini.
karena hal tersebut dapat menimbulkan beberapa penyakit.
Terjadi pada zaman nabi luth
Nash-nash yang menjadi dalil tercelanya perbuatan perkawinan
sejenis yang telah disebutkan di atas adalah sebagai berikut:
وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ
مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ .أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ
الرِّجَالَ وَتَقْطَعُونَ السَّبِيلَ وَتَأْتُونَ فِي نَادِيكُمُ الْمُنْكَرَ
فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا ائْتِنَا بِعَذَابِ اللَّهِ
إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ .قَالَ رَبِّ انْصُرْنِي عَلَى الْقَوْمِ
الْمُفْسِدِينَ. وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا إِبْرَاهِيمَ بِالْبُشْرَى قَالُوا
إِنَّا مُهْلِكُو أَهْلِ هَذِهِ الْقَرْيَةِ إِنَّ أَهْلَهَا كَانُوا ظَالِمِينَ.
قَالَ إِنَّ فِيهَا لُوطًا قَالُوا نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَنْ فِيهَا
لَنُنَجِّيَنَّهُ وَأَهْلَهُ إِلَّا امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ.
وَلَمَّا أَنْ جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا
وَقَالُوا لَا تَخَفْ وَلَا تَحْزَنْ إِنَّا مُنَجُّوكَ وَأَهْلَكَ إِلَّا
امْرَأَتَكَ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ. إِنَّا مُنْزِلُونَ عَلَى أَهْلِ
هَذِهِ الْقَرْيَةِ رِجْزًا مِنَ السَّمَاءِ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ . وَلَقَدْ
تَرَكْنَا مِنْهَا آيَةً بَيِّنَةً لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ.
Dan (ingatlah) ketika Luth berkata pepada kaumnya:
Sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji yang belum
pernah dikerjakan oleh seorangpun dari umat-umat sebelum kamu. Apakah
sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki, menyamundan mengerjakan
kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu? Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya
mengatakan: “Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk
orang-orang yang benar.” Luth berdoa: “Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan
menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu. Dan tatkala utusan Kami
(para malaikat) datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira, mereka mengatakan:
“Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk negeri (Sodom) ini; sesungguhnya
penduduknya adalah orang-orang yang zalim.” Berkata Ibrahim: “Sesungguhnya di
kota itu ada Luth.” Para malaikat berkata: “Kami lebih mengetahui siapa yang
ada di kota itu. Kami sungguh-sungguh akan menyelamatkan dia dan
pengikut-pengikutnya kecuali isterinya. Dia adalah termasuk orang-orang yang
tertinggal (dibinasakan).” Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para
malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah karena (kedatangan) mereka, dan
(merasa) tidak punya kekuatan untuk melindungi mereka dan mereka berkata:
“Janganlah kamu takut dan jangan (pula) susah. Sesungguhnya kami akan
menyelamatkan kamu dan pengikut-pengikutmu, kecuali isterimu, dia adalah
termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).” Sesungguhnya Kami akan
menurunkan azab dari langit atas penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik.
Dan sesungguhnya Kami tinggalkan daripadanya satu tanda yang nyatabagi
orang-orang yang berakal. (Qs. Al-Ankabut (29):
28-35)
Kemudian Nabi saw bersabda:
عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ ، عَنْ أَبِيهِ ، عَنْ جَدِّهِ ، أَنَّ
رَسُولَ الله صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم لَعَنَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ : مَلْعُونٌ
مَلْعُونٌ مَلْعُونٌ ، مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ
dari Amr bin Syu’aib, dari bapaknya, dari kakeknya,
bahwasannya Rasulullah SAW telah melaknat tiga kali: Sungguh orang yang
dilaknat, sungguh orang yang dilaknat, sungguh orang yang dilaknat (yaitu)orang
yang mengerjakan amalannya kaum Luth. (HR. Baihaqi)
"Ini masalah masa depan agama,
bangsa dan negara. Jika pernikahan sejenis diakui di Indonesia,
bagaimana nasib masa depan bangsa," tuturnya. Untuk itu IPNU mendesak
pemerintah untuk tetap menolak LGBT dan itu harus untuk masa depan bangsa.

0 Response to "IPNU KABUPATEN SANGGAU : "LGBT MENGANCAM PERADAPAN INDONESIA""
Posting Komentar