Pergerakan Mahasiswa
Islam Indonesia mengklarifikasi informasi terkait usulan pembubaran Front Pembela Islam (FPI) yang sempat
viral belakangan ini. Hal tersebut ditujukan kepada PMII oleh beberapa pihak yang memanfaatkan kunjungan Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ke
Kalimantan Barat, didalam dialog yang digelar di Hotel
Kapuas Palace pada Kamis (10/11). Publik nasional maupun daerah
kalimantan barat sempat hebohkan oleh beberapa informasi di media mengenai salah
satu pernyataan tokoh terkait usulan pembubaran FPI.
Dialog dan Seruan Kebangsaan itu dihadiri oleh Ketua Umum
Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Aminuddin Ma’ruf dan
Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Angelo Wake Kako. Selain
itu tampak hadir, Alexander Bumbun (Bidang Pemuda dan Mahasiswa MADN) dan
Brittius Erik (Sekretaris Dewan Adat Dayak Propinsi Kalbar).
Namun,
pertemuan tersebut tiada lain merupakan wujud nyata yang menjadi pikiran baik
dari PB PMII, PP PMKRI dan MADN untuk bersama menjaga keberagaman bukan
merumuskan atau menyeruhkan untuk membubarkan ormas atau menghina maupun
melecehkan lembaga lain secara bersama. Aminuddin Ma'ruf Ketum PB PMII,
Angelius Wake Kako Ketua PP PMKRI di dalam dialog tersebut hanya menyampaikan
agar publik senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa demi
tegaknya NKRI. Di luar itu merupakan pendapat dan sikap masing-masing
organisasi.
Sementara,
Rachmatul Fitrah ketua umum PKC PMII Kalbar yang juga hadir dalam dialog itu juga
mengatakan bahwa acara tersebut tidak lebih hanya
untuk menyadarkan rakyat, bahwa bangsa ini didirikan atas konsensus bersama
antar anak suku bangsa. maka PMII Kalbar berpesan bahwa persatuan sesama anak
bangsa haruslah terus dipupuk, demi menjaga kebhinekaan dan memastikan keutuhan
NKRI tetap terjaga. Adapun pernyataan-pernyatan
diluar dari konteks dialog yang menjadi konsumsi miring bagi publik, itu adalah
pendapat dari masing-masing dan PMII khususnya tidak ikut ataupun mendukung
dari kerangka yang mengarah terhadap kemajemukan bangsa.
PMII berharap, agar publik dapat memilah dan memilih informasi yang berkembang di media secara bijak, agar tidak adalagi pihak yang dirugikan dan menyebarluaskan isu-isu yang sengaja dikaburkan. mengingat belakangan ini banyak sekali media-media yang tidak bertanggung jawab bertebaran dan membawa informasi provokatif di muka publik yang sengaja untuk memecah belah masyarakat. *mett.

0 Response to "PMII KLARIFIKASI ISU MENGENAI PEMBUBARAN FPI"
Posting Komentar