KPU telah
melaksanakan debat publik tahap pertama Paslon (pasangan calon) Gubernur Dan
Wakil Gubernur Kalbar 2018. Sabtu (7/4) di hotel Kapuas Palace. Ketiga paslon
menyampaikan Visi Misi dan program yang dirancang ketika nantinya dipercaya
memimpin kalbar.
Memaparan visi
misi dipaparkan masing-masing calon mulai dari paslon nomor 1 Milton Crosby dan
Boyman Harun, kemudian dilanjutkan oleh paslon nomor 2 Karolin – Margret Natasa
dan Suryadman Gidot dan diakhiri oleh Sutarmidji – Ria Norsan yang merupakan
calon Gubernur dan wakil Gubernur Kalbar nomor 3, Dari debat tersebut SONGKOK
(Solidaritas Pendukung Karolin untuk Kalbar).
Koordinator Songkok
Kalbar, Rachmatul Fitrah menilai dari debat tersebut paslon nomor 2 Karolin-Gidot
lah yang sangat gamblang, terukur dan sistematis dalam menyampaikan rencana
program, khususnya yang mengarah pada tema debat yaitu “Kesejahteraan Dan
Pelayanan Publik", ujar Fitrah sebagai Kordinator Songkok Kalbar.
“Satu-satu calon yang realistis dan tidak mengawang-ngawang
soal kesehatan dan kesejahteraan, bagaimana strategi Ibu Karolin menekan angka
kematian anak dan ibu pada kelahiran melalui rumah singgah, sungguh sangat pas
sekali”. Ungkapnya.
Fitrah juga menanggapi salah satu komentar yang
mengatakan bahwa paslon nomor 2 menonjolkan egoisme kepartaian pada saat debat
kemarin. Ia mengatakan dengan sistem demokrasi yg dijalankan negara Indonesia
ini, partai politik lah ruh atau nyawa dari demokrasi tersebut. Menjadi wajar
dan bahkan sebuah keniscayaan apabila seorang kader partai menonjolkan dari
partai mana ia berasal.
“Kita lihat ada Pak Boyman sebagai Ketua PAN,
Pak Gidot ketua Demokrat, Pak Norsan Ketua Golkar, dan Ibu Karol kader PDIP dan
Pak Milton kabarnya juga sudah mesra dengan Gerindra, kandidat tersebut adalah
kader terbaik dari partainya masing. Tidak ada salah kalau mereka menonjolkan
kepartaiannya", tutup Fitrah.

0 Response to "SONGKOK: NILAI KAROLIN PALING GAMBLANG, TERUKUR DAN SISTEMATIS"
Posting Komentar