>

ISLAM KITA MASIH TERKURUNG DALAM LABIRIN



4 November 2016 nanti, di jantung ibu kota negara ini akan disesaki oleh ribuan massa. Media sudah menguatkan dengan kilasan informasi seputar mobilitas massa dari wilayah Sumatra, Jawa Timur, Kalimantan dan lainnya. mereka datang ke jakarta dengan niat membela Islam, ada yang relah meninggalkan anak-istrinya. bahkan salah satu dari mereka jauh-jauh hari sudah pamitan dengan menyertakan wasiat kepada keluarganya, bahwa apapun yang terjadi demi agama, akan siap menghadapi sekalipun nyawa taruhannya.
Bagi saya yang berada di Pontianak, rencana aksi 4 November, belakangan menjadi menu makanan tiap hari, jika diperhatikan hampir mirip dengan demonstrasi saat rakyat bahu-membahu untuk menumbangkan orde baru. Saat itu rakyat melawan rezim suharto, mereka menuntut keadilan dan kebebasan berpendapat. Sekarang kebebasan itu sudah terbuka, rakyat dapat berpendapat semaunya asalkan tidak melanggar konstitusi negara.
KH Abdurrahman Wahid atau yang hangat disapa Gusdur adalah hadir sebagai salah satu lokomotif yang berani tampil pasang badan untuk kebebasan rakyat, disinilah kebebasan yang dicita-citakan warga puluhan tercipta hingga saat ini.
Sekarang kebebasan ini, seperti pagar makan tanaman, ada kalangan yang memainkan bola liar dengan memainkan issue. Makin seksi issunya maka semakin cepatlah menyebar. Bahkan tak jarang ada pihak yang mempelintir fakta sesungguhnya akibatnya yang terjadi adalah fitnah dimana-mana.
Nah, mengenai momentum yang beberapa jam ke depan akan terjadi, saya pribadi sangat risih, bagaimana mungkin rakyat tidak percaya terhadap hukum negaranya sendiri, melakukan demonstrasi sebelum putusan penegak hukum, yang justru memudarkan demokrasi negaranya sendiri. 
Secara hukum kasus yang dilaporkan sebagai “Penistaan Agama yang dilakukan Ahok mengenai ucapannya terkait surat Al Maidah Ayat 51” ini sedang dikaji dan beberapa saksi sudah dimintai keterangan. 
Mengenai aksi ini, Presiden Jokowi mengatakan demonstrasi hak konstitusional dan Beliau juga ingin semua baik kondusif. Tokoh Nasional lainnya, Prabowo Subianto mengingatkan, Indonesia adalah negara majemuk. Hal itu adalah kekuatan yang harus dijaga dari potensi pemecah belah. Oleh karena itu dia berharap demonstrasi betul-betul demi kebaikan bangsa bukan untuk kepentingan kalangan.
Dalam hal ini, saya khawatir ada pihak luar yang menggiring issue ini, tentu banyak pihak yang tidak menginginkan negeri ini damai dan sejahterah maka dengan segala cara dilakukan mestipun mengatasnamakan agama dan menunggangi agar terjadi anarkisme. 
Saya berharap anak-anak bangsa ini mulailah berpikir dewasa dan yang tua  jangan berfikir seperti anak-anak. Islam Indonesia bukan Islam Frontal, bukan marah-marah tetapi toleran sesuai hukum yang berlaku.
Slamet Funata
BIKAN Kalbar

0 Response to "ISLAM KITA MASIH TERKURUNG DALAM LABIRIN"

Posting Komentar