Menteri Koordinator Politik
Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Pandjaitan resmi melepas
peserta Pendidikan dan Pelatihan Kader Bela Negara bagi pegawai Kemenko
Polhukam, Kementerian/Lembaga dan Ormas Angkatan Pertama, di kantor Polhukam. Sebanyak
90 peserta dari latar belakang instansi yang berbeda akan didik dan dilatih
untuk menguasai materi dan praktek sikap nasionalisme dalam menjaga keutuhan
NKRI, Senin (3/6).
Kegiatan pendidikan dan pelatihan kader bela
negara tahun 2016 terselenggara atas kerjasama Kemenko Polhukam dan 8 Kementerian/Lembaga serta 7 Ormas, terdiri
dari personel Kemenko Polhukam, Kemendagri, KemenPan-RB, Kemdikbud,
Kemristekdikti, Kemenag, Kermenpora, Baharkam, Kwarnas Gerakan Pramuka dan
ormas Korps Patriot, IPNU, Pemuda Muhammadiyah dan PII. berlangsung dari 29 Mei
sampai 3 Juni di Pusat Pendidikan dan Latihan Bela Negara (Pusdiklat) Mementerian
Pertahanan, Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.
Luhut menyampaikan, banyaknya tantangan yang
dihadapi bangsa Indonesia dalam masa kini dan masa depan. Tantangan tersebut
adalah kesenjangan ekonomi, terorisme dan radikalisme, serta narkoba.
“Saat ini selain terorisme, masalah yang
harus dihadapi adalah narkoba. Narkoba juga menjadi isu, generasi muda menjadi
penting dalam pembangunan bangsa ini, kalian menjadi ujung tombak menghadapi
ini,” ujar Menko Polhukam.
Slamet
Funata, Wasekum PP IPNU, mengungkapkan bahwa kegiatan Bela Negara, sungguh
sangat tepat jika diterapkan untuk pemuda dan pemudi khususnya pelajar yang
masih dangkal pengetahuan tentang ideologi baru yang tidak henti-hentinya merongrong
Indonesia, bahkan serangan itu bukanlah berupa serangan yang berbentuk nyata
tetapi serangan non-fisik karena di
dalam kegiatan ini peserta dididik untuk penguatan sikap nasionalisme mereka.
“Saya
sangat menikamati, pelaksanaan dalam kegiatan ini. Karena bukan hanya
mendapatkan teman tetapi lebih dari itu kita diberi bekal ilmu dalam pemahami
Gerakan Ideologi, Teroris, Narkoba dan Gerakan Radikalisme,” Optimisnya.
Ia
berharap dengan adanya revolusi mental yang digagas oleh Presiden Jokowi, peran
pelajar nahdliyyin dapat menerapkan sikap nasionalisme seperti kandungan kegiatan
Bela Negara. Karena program tersebut dilakukan semata-mata untuk mendidik kedisiplinan
masyarakat. Juga untuk membangkitkan rasa cinta dan nasionalisme terhadap Negara.
(Mett)

0 Response to "BELA NEGARA BENTENGI GENERASI MUDA"
Posting Komentar