>

MENATAP MASA DEPAN NU KALBAR





Berangkat dari persebaran Agama Islam di Nusantara, Kalimantan adalah pulau yang tidak kalah heterogen dibandingkan di pulau jawa. Persebaran Islam di Bumi Khatulistiwa tentunya merupakan anugerah paling berharga bagi masyarakat pulau ini. Tidak lepas dari peran Ulama-ulama terdahulu, Kalimantan memiliki Tokoh-tokoh ulama kelas dunia seperti Syeikh Muhammad Al-banjari, Syeikh Ahmad Khatib Sambas.

Kalimantan barat sebagai tanah kelahiran Syeikh Ahmad Khatib Sambas, menunjukkan bahwa Kalbar adalah daerah potensial dan memiliki sejarah baik dalam mengangkat perkembangan Islam.
Nahdlatul Ulama adalah Poros besar perkembangan Islam di Nusantara bahkan yang paling berpengaruh. Akan tetapi khusus di Kalbar sentuhan-sentuhan NU sendiri belum menemukan titik terendah di hati masyarakat secara menyeluruh, Masih banyak orang NU belum merasakan bahkan tidak mengetahui NU sendiri. Artinya Ghiroh NU di lintas masyarakat kelas paling tinggi dan paling rendah belum saling berpelukan layaknya seorang guru dan murid, bapak dan anak, sebagai keluarga besar.
Harapan besar terhadap NU Kalbar yang akan melakukan regenerasi kepengurusan, mampu menumbuhkan peradaban Islam Tradisional yang menjunjung tinggi nilai NU sendiri. Nilai-nilai Tawazzun, Ta’addul, Tasamuh, dan Tawassut adalah jiwa yang benar-benar harus tertanam dalam hati yang terdalam. Sebagai Bapak dari Organisasi Banom dan yang membawa nilai NU, tentu banyak yang berharap NU menjadi kiblat yang paling ideal bagi  anak-anaknya.

Nu Kalbar menjadi sebuah organisasi yang benar-benar berkhidmat. Kembalinya Khittah NU pada tahun 1984 menjadi harapan besar bahwa NU tidak lagi disibukkan dengan urusan politik, tetapi lebih pada pembangunan-pembangunan islam (Kemasyarakatan) di berbagai level dan fungsi.


Oleh: Sahabat Mussolli, S.IP
(Ketua Umum PMII Kota Pontianak)

1 Response to "MENATAP MASA DEPAN NU KALBAR"