>

PERS MELAWAN TANTANGAN IDEALISME MASYARAKAT


 
Berbicara dengan berbagai fenomena yang berkaitan dengan media informatika akan menjadi sebuah pembicaraan yang enak dan hangat di telinga umum, terutama hal yang bersinggungan langsung dengan masyarakat terkait masalah keberadaan dan kelayakan pers sebagai pelayanan publik. pengaruh dan urgensi  yang cukup kuatmedia informatika atau akrabnya dikenal dengan istilah pers, Sebagian atau bahkan mayoritas  masyarakat indonesia masih banyak berpersepsi  bahwa eksistensinya dalam berbagai aspek kehidupan sosial dan budaya  sangat berpengaruh dan memberikan sumbangsih yang cukup besar dalam tiap gelombang kehidupan. Hal ini sangatlah nyata pastinya , bila pada realitas aktual,pers selalu memberikan sumbangsih yang sangat dibutuhkan oleh khalayak ramai. Dalam dunia politik misalnya, simpang-siur aksi para pembesar bangsa dapat menjadi bahan dan dan perbincangan menarik terkait seputar rencana, gembar-gembor politik, kampanye, bahkan kasus suap dan korupsi merupakan santapan hangat masyrakat dari berbagai latar belakang dan status sosial.

Namun harus diakui, bahwa eksistensi pers ditengah fenomena kekinian masyarakat butuh penyegaran dan inovasi dengan akurasi yang aktual dan faktual. Pandangan dan keiginan masyarakat akan sebuah objektifitas suatu berita, haruslah menjadi pedoman bagi tiap lembaga yang berkecimpung dalam dunia jurnalistik sebagai dermaga keberangkatan pertama menuju perwujudan idealisme yang baru.Hal ini menjadi sebuah probabilitas, bila kita mau merujuk banyaknya pembaga pers yang kadar aktualitas beritanya masih sangat minim dan di bawah standar idealisme pada umumnya. Berita yang kadang mengundang statement subjektif seharusnya dapat dikurangi dengan sebuah haluan yang tepat, akurat, segar dan tentunya dapat memberikan perubahan yang sesungguhnya pada setiap aspek realitas dan kehidupan sosial kemasyarakatan.

Akhir-akhir ini, nilai-nilai akan kewiragunaan pers mulai banyak dibumbui dengan berbagai nilai  simbolik yang bertendensi pada pemerolehan finansial yang dijadikan sebagai target. Dinamika politik merasuki banyak sisi penting guna meraup berbagai kepentingan yang tentunya bersifat politis juga. kesadaran parpol dan  badan-badan birokrasi negara akan pengaruh yang bakal timbul dibalik pergerakan pers yang gesit sudah tercium dengan jelas. Dan sebagai bentuk direktsi, para punggawa dari tiap lembaga politik itu mulai melakukan serangan dingin terhadap berbagai badan pers demi mencapai target yang ingin diraih. Wal hasil, fenomena ini akan membawa pada aksen negatif pada pers yang bersangkutan.

Lembaga pers yang mulai dikebiri oleh para pelaku politik dinegeri ini, sudah mulai mendapat label dari masyarakat dengan stigma negatif yang disematkan pada Pers terkait. Hal ini sekiranya wajar, karena efek dari keterikatan Pers dengan lembaga politik tertentu telah banyak mengubah paradigma masyarakat banyak kalangan dengan hasil keakuratan berita yang tentunya hanya berbau sepihak dan terkesan mendua. Berita yang seharusnya berjalan pada objektifitas pada umumnya, kini memisahkan jalan dengan menempuh jalur subjektif bahkan egois dan personal. Dan sudah barang pasti, segala muatan berita yang disajikan suatu pers akan terlihat parsial dan membosankan. Terjadinya stagnasi ditubuh lembaga informatika tertentu sangatlah berpotensi akan terjadinya pemudaran warna dan eksistensi Pers itu sendiri.

Berbeda dengan sebaliknya, tindakan  pemurnian dan penyegaran kembali yang dilakukan didalam tubuh lembaga pers, akan membawa dampak positif, dan tentunya disitulah tangga awal akan terbentuknya sebuah gerakan perubahan universal dalam dunia jurnalistik.
 Kebebasan penuh tanggung jawab dari perlakuan serakah  para pencari nama yang   dimiliki oleh Lembaga Pers tertentu, akan membuat keakuratan berita lebih bersifat objektif dan tentunya stigma negatif akan sirna dengan sendirinya. Dengan kembalinya wajah asli Lembaga Pers Indonesia, maka perubahan akan semakin nyata.

 Dari hal itu pula, wujud ideal yang sebenarnya dari lembaga pers, telah diejawantahkan beberpa puluh tahun yang lalu oleh bapak bangsa Indonesia Ir. Soekarno. Bapak Proklamator kita ini, dengan bijak mengistilahkan tentang kegunaan krusial suatu lembaga pers sebagai “lidah aspirasi rakyat”.istilah ini sangat dikenal luas oleh siapapun yang bergelut dalam dunia jurnalistik.Dimana didalamnya mengandung arti yang sebenarnya akan sebuah media informatika. Sebuah haluan dan pergerakan besar-besaran dapat dilakukan suatu bangsa dengan mempersatukan tujuan lembaga pers dalam menyuarakan aspirasi rakyat. Teriakan, tangisan, permohonan, dan gebrakan rakyat jelata diseluruh pelosok tanah air dapat diminimalisir dengan keberadaanya.

Dapat kita saksikan dengan jelas, aspirasi rakyat yang selalu diteriakkan dimana-mana tampaknya tak mampu membangunkan para pembesar negeri ini dari tidur pulasnya. Mereka makin hanyut dengan memperkaya diri dan memuaskan pribadi. Saat inilah, keberadaan pers dan berbagai lembaga informatika hendaknya mulai melakukan gerakan semestinya. Karena, memang inilah satu-satunya lembaga yang dapat menginterpretasi perkataan Bapak Proklamator Indonesia dengan baik demi mencapai kemakmuran bersama.
Pada akhirnya, kelayakan pers sebagai sebuah lembaga yang dapat menginterpretasikan semua aspirasi rakyat, diharapkan mampu menempatkan diri sebagai suatu wadah yang benar-benar dapat menopang dan menampung berbagai idealisme masyarakat. Dan mulai bergerak pada jalur yang lebih objektif dalam mempublikasikan berita yang lebih akurat dan faktual. | M. HASANIE, MB :

0 Response to "PERS MELAWAN TANTANGAN IDEALISME MASYARAKAT"

Posting Komentar