>

ORGANISASI DAN GERAKAN PERUBAHAN




Masih begitu segar dalam memori ingatan saya ketika ada seorang berkata prihal alasan saya mengikuti organisasi. “ngapain ikutan organisasi  klo gak ada untungnya.?”.begitulah kira-kira pertanyaan yang sama sekali tidak menggoyahkan sedikitpun keberadaan saya di organisasi yang saya ikuti.

Pertanyaan kawan itu setidaknya dapat saya ambil beberapa poin yang menjadi fakta real terkait kendurnya semangat berorganisasi. Hal ini juga menjadi tanda meningkatnya apatisme praktis di kalangan kawula muda. Apatisme dalam artian mengendurnya sikap untuk bergerak dan berfikir di tengah tumpang tindihnya multi problem social yang sedang melanda masyarakat kita saat ini. Dalam rangka menyikapi dan memikirkan berbagai problem kemasyarakatan yang sedang melanda fakta social kali ini, wadah sangat di perlukan. Hal ini karna kita di sebabkan karnasama-sama sadar bahwa sebuah pemikiran transformative baru bisa terwujud bila ada satu wadah yang bisa menampung orang-orang sekitar yang sepaham. Percuma seorang yang memiliki pemikiran yang cemerlang, namun hanya sampai pada tingkat wacana tanpa sedikitpun sentuhan aksi yang menyertainya.

Saya sering menyampaikan, bahwa ulama sekelas Hadhrotusy Syaikh KH. Hasyim Asyari merupakan contoh ulama paripurna dalam keilmuan dan gerbong pemikiran transformative mengenai Islam dan keindonesiaan. Namun segala karsa yang beliau miliki mungkin tidak akan memiliki signifikansi terhadap perubahan di Indonesia, jika saja beliau tidak berinisiatif mendirikan sebuah wadah pergerakan yang sampai sekarang masih terus eksis menjaga Islam dan Indonesia. Nahdhatul Ulama adalah warisan terbesar beliau dan ulama-ulama besar lainnya sekaligus fakta empiris yang konkrit prihal pentingnya sebuah wadah organisasi dalam rangka merealisasikan gagasan. Jiwa transformative beliau begitu besar denyutnya, hingga mengantarkannya menjadi salah satu tokoh dari ulama yang besar sumbangsihnya dalam sejarah perjuangan kaum santri di Indonesia.

fakta sejarah diatas manjadi bukti konkrit bahwa sebuah wadah pergerakan merupakan unsur penting dalam segala jenjang perubahan. Pesantren merupakan wadah penting dalam upaya mengembangkan sumber daya intelektual dan spiritual bagi pemuda. Wadah pesantren sekali lagi sudah diakui segala kredibilitas dan sumbangannya terhadap sejarah perjuangan di Indonesia dari dulu hingga sekarang. Hari santri Nasional adalah bukti supremasi yang tidak berlebihan mengingat besarnya kiprah dan jasa “kaum sarungan” terhadap perjuangan, pedidikan dan pembangunan Indonesia.

Dari pemaparan diatas, penulis merasa telah mematahkan “tesis” rapuh orang-orang yang sekali lagi memandang sebelah mata tentang eksistensi dan urgensitas
organisasi. Bahkan, fakta lebih besar di lapangan bisa kita saksikan, bahwa sejarah perjuangan dan segela upaya mencapai kemerdekaan Indonesia, organisasi adalah garda terdepan dalam merealisasikan cita-cita serta tujuan akhir dari serangkaian perlawanan ekstra para founding father terhadap kekejaman dunia colonial yang mencengkram erat peradaban pertiwi pada waktu itu. Sebut saja Boedi Oetomo, Sarikat Islam, Muhammadiyah, NU dan lain-lain. Dan demikian pula kita lihat terkait fakta kiprah organisasi dalam rangka mengisi kemerdekaan NKRI, lahirnya organisasi kemahasiswa tertua di Indonesia ada HMI yang membawa gaung masyarakat Post-Mo-nya, kemudian di susul oleh organisasi mahasiswa yang di isi oleh kader NU, tidak lain adalah PMII dengan haluan Post-Trad-nya, kemudian GMNI dengan nasionalisme ala Soekarno, serta berbagai organisasi lain yang turut mewarnai serta mengukir sejarah gemilang dalam setiap jengkal peradaban Indonesia. :M.H.M ( Tajuk Al-Jihad –Kamar Refleksi dan Komtempla

0 Response to "ORGANISASI DAN GERAKAN PERUBAHAN"

Posting Komentar